Awal aku tau produk lip balm asli keluaran Bonne Bell Company Amerika ini berawal dari teman. Akhirnya penasaran dan beli karena lip balm ini beda dengan yang ada di pasaran. Aromanya unik dan buat bibir jadi glossy, delicious, and tidak mahal, siapa yang tidak suka? Lip Smacker yang lucu dan yummy ini meghipnotis saya untuk mengkoleksinya. Love my lip smacker, ga bisa keluar rumah tanpa membawa benda mungil ini. Keep our lips shine and prevent from dryness . Grab it, girls ^.^

BB pin#2268dd0f3 / 085664517574
Thank you for hearing my thoughts, understanding my dreams and being my best friend… For filling my life with joy and loving me without end.
Tahun 2011 akan ditinggalkan dalam hitungan jam. Sudah siapkah kita menyongsong tahun baru 2012? Pergantian tahun memang pasti akan terjadi selama Tuhan masih menghendaki dunia ini masih ada alias belum kiamat. Sebagai manusia apakah kita sudah siap dengan segala tantangan, gejolak, permasalahan yang akan terjadi di tahun 2012? Memaknai pergantian tahun baru bukanlah dengan pesta pora, kembang api, terompet, atau berjalan berkeliling kota. Belajar dari setiap kejadian di tahun sebelumnya membuat kita lebih aware dan tau bagaimana harus memperbaiki kekurangan dan bagaimana agar bisa lebih sukses di tahun yang baru. Belajar dari masa lalu bukan untuk membelenggu kita, melainkan untuk bahan interopeksi diri. Tidak ada manusia yang sempurna, tapi bagaimana kita memahami agar bisa menjadi manusia yang baik minimal untuk diri sendiri dan lingkungan terdekat. Lihat dan berfikir maju ke depan seluas mungkin. Melangkah dengan doa, semangat dan harapan baru. Semoga kita semua bisa sukses dan bahagia di tahun baru. Welcome 2012! Do the best and don’t forget to pray. Wish all of us for the prosperity, joy, happiness. Smile often, stop complaining, Thank God everyday for what we have and keep the good spirit ˆ⌣ˆ ♥

Berat badan sering menjadi masalah yang cukup mengganggu bukan hanya bagi wanita. Pria pun juga sangat memperhatikan benar hal ini. Berat badan yang berlebihan bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan jasmani. Selain itu berat badan yang berlebihan (obesitas) juga mengganggu rasa percaya diri seseorang.
Untuk itu ada beberapa tips untuk mempertahankan dan menjaga berat badan agar tetap ideal :
1. Makan dengan teratur
Makanlah secara teratur 3 kali sehari sesuai jam makan yang biasa kita jalani sehari-hari. Biasakan makan tepat waktu, jangan menunda untuk makan karena hal tersebut akan memicu kita untuk makan lebih banyak. Biasakan makan malam yang berat sebelum pukul 7 malam karena Lambung bekerja lemah di atas pukul 19.00-21.00.
2. Makan secukupnya
Hendaknya kita mengatur porsi makan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Makan berlebihan tidak bermanfaat untuk tubuh, justru hanya menambah tumpukan lemak jahat di badan. Pastikan kalori makanan yang masuk berimbang dengan kegiatan kita. Bila kerja tidak terlalu berat jangan makan dalam porsi yang besar.
3. Makan sebelum lapar berhenti sebelum kenyang
Ini hampir sama dengan point 1 di atas. Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita agar makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Hal ini memang sangat baik karena mencegah kita untuk menjadi rakus dan makan berlebihan.
4. Hentikan kebiasaaan ngemil
Bagi sebagian kita suka menunda untuk makan dan akibatnya godaan untuk mengemil (kudapan) sangat besar. Celakanya kita sering ngemil makanan sampah (junk food). Bila sulit untuk menghentikan kebiasaan mengemil, kudapan dapat diganti dengan buah-buahan.
5. Konsumsi air putih sebelum makan
Biasakan meminum 1 gelas air putih sebelum makan karena akan mencegah kita untuk makan lebih banyak karena perut akan terasa kenyang. Jauhi air dingin (es) dan biasakan minum air hangat.
6. Jauhi santan dan makanan fast/junk food
Hendaknya sebisanya kita menghindari untuk tidak mengkonsumsi secara berlebihan makanan yang mengandung santan atau makanan siap saji (junk food) yang cenderung enak di lidah tapi tidak baik untuk tubuh.
Makanan yang mengandung kadar lemak yang cukup tinggi dapat mengakibatkan kolesterol, asam urat menjadi tidak terkendali.
7. Olahraga dan aktifitas yang sering
Kebanyakan dari kita tidak sempat atau bahkan malas untuk berolahraga. Hal ini bisa diganti dengan melakukan aktifitas fisik seperti memperbanyak jalan kaki. Misal parkirlah kenderaan kita agak jauh dari tempat yang kita tuju. Ganti naik lift/eskalator dengan naik tangga biasa. Dijamin lebih menguras kalori.
8. Kurangi konsumsi gula
Makanan manis memang bermanfaat untuk tubuh asal sesuai takaran. Gula diperlukan tubuh sebagai salah satu sumber energi, namun bila berlebihan bisa merusak kesehatan karena bisa menyebabkan diabetes dan menyebabkan kegemukan.
Demikian beberapa tips menjaga berat badan berdasarkan pengalaman pribadi saya. Be healthy :) (ella)

Era perdagangan bebas sekarang berdampak bagi mulusnya akses bagi barang-barang dari luar negeri untuk masuk ke Indonesia. Ditambah dengan kemajuan teknologi yang juga turut mempermudah pembeli untuk mengimpor secara langsung barang yang diinginkan melalui situs-situs belanja online yang banyak bertebaran di internet.
Diakui bahwa barang yang berasal dari luar negeri lebih diminati oleh khususnya orang Indonesia, mungkin disebabkan karena prestige (gengsi) ataupun kualitas yang mungkin sedikit lebih baik bagi sebagian orang (tidak selalu benar).
Istilah yang saya gunakan adalah Import Lover (pecinta barang-barang impor) yang menjadikan orang menjadi Import Minded atau ketagihan akan barang-barang impor. Import Minded membawa dampak dua sisi. Dampak positif, yakni membuat pundi-pundi penghasilan bagi importir kecil maupun besar dan dapat mendatangkan pemasukan negara dari pajak bea cukai (pajak masuk barang), serta semakin beragamnya barang-barang yang beredar di masyarakat.
Sedangkan dampak negatifnya, kesulitan bagi produk lokal untuk bersaing di pasar yang disebabkan orang lebih memilih produk dari luar negeri, dan terhimpitnya para produsen lokal untuk menyeimbangkan harga dan kualitas dari barang asli produksi Indonesia.
Ada beberapa alasan orang Indonesia lebih menyukai produk luar negeri selain karena masalah gengsi tadi. Kecenderungan untuk mengikuti trend yang sedang in di masyarakat juga turut menyebabkan hal tersebut, contoh untuk produk kosmetik luar ternama seperti The Body Shop (United Kingdom), Lip Smacker (USA) dan masih banyak lainnya.
Remaja dan wanita yang terpapar iklan dari majalah ataupun internet cenderung penasaran dan ingin membelinya. Lihat saja di mal-mal atau pusat perbelanjaan di Indonesia yang dipenuhi oleh toko-toko dengan brand ternama dari luar negeri. Brand asli Indonesia seperti tenggelam diantara raksasa-raksasa barang impor yang (biasanya) lebih diminati.
Ntah harus prihatin atau kah bangga? Sebuah ironi memang, tapi hal tersebut tidak bisa dihindari mengingat pesatnya teknologi yang memungkinkan orang untuk mengakses dan membeli barang langsung dari luar negeri. Sulit untuk membendung hal-hal semacam ini karena kebebasan teknologi dan informasi, kemudahan memasukkan barang dari luar negeri dan regulasi pemerintah yang masih centang prenang tentang kebijakan impor barang.
Saran saya, produsen lokal lebih kreatif dalam menciptakan produk-produk asli Indonesia yang mampu bersaing dengan produk luar. Kualitas juga harus lebih diperhatikan, peran pemerintah juga sangat diperlukan. Pemerintah hendaknya memberi kemudahan bagi produsen lokal dengan memperkecil pajak bagi bahan-bahan komoditas dan memberi peluang kredit lunak bagi produsen lokal untuk bisa mendongkrak gairah produksi Indonesia.
Sebagai orang Indonesia saya tetap cinta produk lokal dan berharap produk lokal dapat jauh lebih baik lagi dalam hal kualitas dan bisa bersaing secara harga serta terjangkau oleh kocek (saku), tapi tetap keren. Anda yang mana? Import Lover (pecinta barang impor) kah atau Local Lover (pecinta produk lokal)? Semua pilihan ada di tangan anda. Happy Shopping all ^.^
*ella*
so close you eyes and sleep to dream..I’m by your side no words to speak..we’ll set our course and make it through..no matter how far I go my heart remains with you
Pesawat yang membawa Vika telah mendarat sore itu di Yogyakarta. Sore berganti senja meliputi kota Yogya yanng masih basah disiram hujan deras. Vika masih berada di dalam taksi menuju Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito, Yogyakarta. Pikiran Vika tidak tenang sedari dalam pesawat tadi. Resah mengganggunya, hatinya gundah.
Jarak yang terbentang ratusan kilometer tak menyurutkan langkahnya untuk melihat keadaan Ben. Pikirannya tidak bisa lepas dari kekasihnya itu. Ben yang saat ini sedang terbaring lemah di rumah sakit. Kondisi Ben sangat tidak baik akibat sakit kanker hati yang menggerogoti tubuhnya. Vika semakin sedih ingin rasanya cepat-cepat sampai di rumah sakit, taksi yang membawa dirinya dirasakannya melaju sangat pelan.
Jantungnya berdegup kencang sesampainya di rumah sakit. Langkahnya tergesa menapaki lantai rumah sakit mencari kamar tempat Ben dirawat. “Aah itu dia kamarnya” hela Vika dalam hati. Tangannya gemetar memegang handle pintu kamar rumah sakit. Dibukanya perlahan. Didapatinya sosok Ben yang sedang tertidur pulas dengan infus dan oksigen yang terpasang di hidung Ben. Sendiri saja dia di kamar.
Tenang dilihat Vika wajah kasihnya itu. Vika lega bisa melihat Ben setelah 3 bulan tidak bertemu. Dia sangat rindu dengan Ben yang hanya bisa disapanya melalui media virtual. Vika pelan-pelan meletakkan tasnya di atas meja kamar rumah sakit dan duduk di samping ranjang. Vika tak ingin membangunkan Ben yang sedang tidur. Dilihatnya saja wajah Ben yang pucat dan tirus itu. “Ah kasian sekali Ben”, keluh Vika dalam hati. Vika tersenyum kecil. Rindunya terobati hanya dengan memandangi Ben.
Satu jam Vika duduk diam saja sambil sesekali membetulkan selimut Ben. Mata Ben mulai terbuka, dia kaget dengan kehadiran Vika. “Kamu sudah sampai Vik, sudah lama? Kenapa tidak membangunkan aku? tanya Ben sambil menyentuh mesra pipi Vika. “Baru satu jam yang lalu kok sayang”, Vika tersenyum lebar sambil dia mencium lembut tangan dan dahi Ben. “Kamu tidur enak banget jadi tidak tega aku bangunkan.” Kata Vika lagi. ” Gimana tadi di jalan, lancar aja kan sayang? tanya Ben. “Alhamdulillah lancar, tadi pilotnya aku suruh ngebut” canda Vika. Ke dua nya tertawa. “Terimakasih ya sudah mau datang jauh-jauh kesini ngeliat aku. Aku kangen berat nih. Kamu pasti masih capek ya Vik” tangan Ben memegang tangan Vika lembut.
Vika tersenyum saja sambil memandangi Ben. “Kamu ngeliatin aku terus, kenapa aku tambah ganteng ya? Ben tersenyum usil. Vika tergelak, pipinya memerah. Itulah Ben walau pun sakit tidak pernah kehilangan rasa humornya. “Kamu tambah cantik Vika. Maaf ya tidak bisa jemput kamu di bandara, padahal aku kuatir kalau aku ga jemput kamu, kamu digodain orang lagi.” kata Ben memandangi Vika dengan mesra. “Ya ga apa-apa lah sayang, masa kamu sakit gini aku maksa kamu jalan. Aku kan udah gede, lagian sudah sering kesini kan. Ya ga bakal nyasar,” jawab Vika sambil tersenyum. “Mimpi apa ya aku ada bidadari manis mau sama orang penyakitan seperti aku. Mudah-mudahan kamu sayang sama aku bukan karena kasian ya?” kata Ben. “Aah kamu ini suka gitu deh ngomongnya. Sayang sudahlah. Kamu kan tau aku sayang, jauh sebelum aku tau kamu sakit kan?” jawab Vika sambil mencubit pipi Ben lembut.
Ben kemudian memperlihatkan kepada Vika bekas luka seperti terbakar di lengan, sebagian wajah dan belakang lehernya. “Ini sehabis kemotherapy kemarin, jadinya kulit seperti terbakar,” kata Ben. Aku makin jelek ya, kurus dan seperti ini kondisinya, sayang, nanti kamu ga mau lagi sama aku.” Kata Ben. Vika tersenyum kecil saja mendengar celoteh Ben. “Aah siapa bilang, aku liat-liat kamu makin manis kok,” kata Vika. “Nah itu pasti buat menyenangkan hati aku aja kan?” kata Ben sembari mengelus-elus punggung Vika. “Hahaha sudahlah sayang, jangan ngomong begitu,” Vika mengacak-acak rambut Ben.
Ke duanya kemudian mengobrol panjang. Ketukan pintu kamar membuyarkan pembicaraan mereka, suster datang dengan membawa makan malam untuk Ben. “Aku suapin ya?” Kata Vika setelah suster keluar dari kamar. “Iya boleh, kapan lagi ya disuapin sama kamu, habis jauh sih.” Kata Ben. Vika mengambil mangkuk bubur di atas meja dan mulai menyuapi Ben. Sesekali dia menyeka sudut bibir Ben dengan tissue. “Duh, enaknya ni ya pasti buburnya rasa sapi barbeque”, canda Vika. “Hahaha kamu ngeledek ya, coba deh makan tu bubur. Aku aja kalau ga sakit, ogah makan beginian”, kata Ben tertawa.
Selesai makan, Vika menyodorkan segelas air hangat dan obat yang sudah disediakan suster di meja. “Nah minum obat terus istirahat lagi ya Ben, aku mau cari makan dulu keluar sebentar. Lapar juga nih,” kata Vika tertawa kecil. “Iya sayang kesian, udah buruan cari makan. Maaf ya ga bisa nemenin kamu, jangan lama-lama di luar nanti aku kuatir.” kata Ben. Vika beranjak dari kursi dan keluar dari kamar untuk mencari makan malam di seputaran rumah sakit.
Sekembalinya ke kamar, Vika mendapati Ben sedang terdiam sambil menahan rasa sakit. “Kamu kenapa sayang, aku pangilkan dokter ya? Vika bertanya dengan kuatir. “Ga usah, kamu duduk dekat aku sini sayang. Aku sudah terbiasa Vik, selalu seperti ini setiap hari kalau lagi kumat. Perutku sakit banget, nafasku juga sesak.” suara Ben terdengar lirih. Vika sangat sedih, buliran air mata hangat jatuh dari pelupuk matanya. Tangannya memegangi tangan Ben yang kokoh. “Badan kamu panas sekali sayang”, kata Vika kuatir. “Kamu ga usah kuatir, selalu begini setiap hari aku kuat kok, sakitnya datang semakin sering belakangan ini. Kamu tolong doakan aku aja ya” jawab Ben. Vika hanya membisu sambil mengangguk, air matanya sesekali jatuh. “Sebentar ya, aku sholat dulu. Kamu beneran ga mau dipanggilkan dokter?”, tawar Vika. Ben hanya menggeleng lemah.
Vika bergegas mengambil wudlu dan sholat di samping ranjang Ben. Selesai sholat, Vika dengan khusyu memanjatkan doa untuk Ben. Air matanya mengalir deras sembari berdoa agar rasa sakit Ben bisa hilang. Vika selalu berdoa untuk kesembuhan Ben. Dia tidak ingin kehilangan Ben. Tetap berharap mukjizat kesembuhan penyakit kanker yang diderita kekasihnya itu. “Ya Alloh, mohon Engkau jangan ambil dia,” isak Vika dalam doanya. “Aku ga akan sanggup kehilangan Ben, aku ga akan siap Tuhan,” ujar Vika dalam hatinya.
Jari mungil Vika masih memegangi tasbih dan berzikir dalam hati. Selesai sholat dan berzikir dengan mata sembab Vika duduk kembali di samping Ben. “Kamu kenapa nangis terus? Sudahlah nangis juga ga akan menghilangkan rasa sakit aku,” kata Ben. Doakan saja aku ya, kamu juga harus kuat Vik. Aku butuh support, kamu jangan lemah ya,” pinta Ben. Vika mengangguk saja sambil menyeka matanya dan mencoba tersenyum. “Buat aku tertawa Vik, seperti yang biasa kamu lakukan. Aku kangen candaan kamu. Dulu aku awal sakit selalu menangis karena tidak tahan dengan rasa nyerinya, tapi itu ga membantu meredakan sakit, Vik. Buat aku tertawa ya sayang,” kata Ben lirih.
“Sekarang sakitnya 23 jam dalam sehari, kamu tau sayang, cuma 1 jam saja aku ga merasakan sakit. Obat ga bisa mengurangi sakitku sekarang ini. Please doakan aku selalu ya. Aku kadang sudah pasrah Vika. Aku bisa bertahan sejauh ini cuma karena kamu,” kata Ben dengan nafas tersegal. “Sudahlah Ben, jangan bicara lagi ya sayang. Tidurlah ya, aku selalu doakan kamu.” Vika membelai lembut rambut Ben. Ben mencoba memejamkan matanya. Nafasnya masih nampak sesak.
Bibir mungil Vika tidak berhenti berzikir agar Ben bisa tenang dan tidur. Dipandanginya saja wajah Ben yang pucat. “Hamba mohon ya Alloh, berikan kekuatan kepada Ben untuk menghadapi semua ini, sembuhkan dia untuk hamba. Berikan kami waktu lebih lama. Biarkan kami bisa bersama lebih lama” isak Vika dalam hati. Bagaimana pun Vika tidak berani membayangkan bila harus kehilangan Ben. Vika tidak akan pernah siap, itulah ketakutan terbesarnya saat ini. Ketakutan yang selalu membuatnya untuk selalu menunduk dan memohon “Tuhan tolong jangan ambil dia”.
(ella)
Siapapun diantara kita pasti pernah berbohong. Sangat munafik kalau kita mengaku diri kita tidak pernah berbohong. Bahkan anak kecil yang sebenarnya belum memahami apa sih bohong itu sebenarnya pun bisa berbohong, misal agar tidak dimarahin ibunya.
Sebenarnya apa sih defenisi dari kata bohong itu? Menurut beberapa sumber berbohong itu adalah mengatakan sesuatu yang tidak benar, mengatakan hal yang bukan sebenarnya (palsu), mengatakan sesuatu yang tidak ada dasarnya.
Berdasarkan tingkat dampaknya, bohong dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni bohong besar dan bohong kecil. Bohong besar adalah bohong yang menimbulkan dampak yang besar dan luas, serta sangat merugikan. Contoh kebohongan yang dilakukan oleh produsen barang konsumsi tertentu yang membohongi konsumen mengenai kandungan jenis bahan dalam produk olahannya. Misalnya dikatakan tidak mengandung formalin, padahal mengandung formalin. Bohong kecil tidak memberikan pengaruh merugikan yang luas. Bohong kecil adalah bohong yang biasa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kemudian kita juga mengenal istilah bohong putih (white lie). White lie ini bisa dikategorikan sebagai bohong kecil. White lie atau bohong untuk kebaikan itu bermula dari hal-hal sepele yang tidak jahat. Misalnya ketika teman merasa tidak percaya diri. Maka kita akan tidak sengaja berbohong mengatakan bahwa dia cantik atau pintar agar bisa membangkitkan kepercayaan dirinya. White lie juga sering digunakan orang ketika mencoba mendamaikan dua pihak yang sedang bertikai untuk menghindari ke duanya menjadi lebih saling membenci. Contoh : si A mengatakan bahwa si B itu suka menjelek-jelekkan dirinya. Namun kita mengatakan sebaliknya, bahwa si A malah selalu memuji si B.
Terlepas dari jelek tidaknya berbohong itu tergantung persepsi kita masing-masing. Setiap perbuatan tentu ada sisi positif dan negatifnya. White lie apapun istilahnya tetaplah berbohong, tapi dikategorikan sebagai bohong kecil yang tidak merugikan orang lain. Tergantung kita menyikapinya secara bijak kapan dan pada saat-saat tertentu kita perlu atau terpaksa berbohong demi kebaikan orang lain atau untuk menyelamatkan pihak lain. White lie selama kita tidak merugikan orang lain atau melanggar hukum mungkin tidak akan menjadi masalah.
(ella) 

Sering kali muncul keluhan dari para wanita tentang pasangan yang tidak mendengarkan bila mereka berbicara serius. Kenapa pria tidak bisa menjadi pendengar yang baik? Tentu juga tidak bisa disamaratakan bahwa setiap pria itu bukan pendengar yang baik.
Mendengarkan seorang wanita yang sedang membicarakan masalahnya adalah hal yang sulit bagi pria, apakah hal ini disebabkan karena pria cenderung menawarkan solusi yang kemudian tidak dihargai pasangan atau merasa disalahkan atas masalah yang merisaukan pasangan.
Menurut John Gray, Phd seorang pria yang tidak trampil dalam menerjemahkan secara tepat apa yang dimaksudkan oleh seorang wanita, akan semakin sulit baginya untuk menjadi seorang pendengar yang simpatik. Wanita sebenarnya hanya butuh membicarakan masalahnya atau sekedar curhat dengan pasangannya agar perasaan mereka jauh lebih enak. Ibaratnya meluapkan rasa kesal dan perasaan-perasaan yang tidak enak.
Namun hal seperti ini sering disalah artikan oleh pria dengan menganggap bahwa keluhan itu harus dicarikan jalan keluar atau solusinya. Naluri logis seorang pria untuk membantu mencari solusi membuatnya merasa bila seorang wanita yang kerap mengeluh adalah karena ketidakmampuan pria tersebut untuk membahagiakan wanitanya. Hal ini juga mendorong pria menjadi sulit untuk menjadi pendengar yang baik.
Wanita umumnya merasa bahwa bila seorang pria mencintainya, pria tersebut akan mau mendengarkan perasaan-perasaannya. Apabila seorang wanita sedang sedih hatinya, pria secara keliru beranggapan bahwa si wanita memerlukan waktu untuk sendirian agar merasa lebih enak. Ini yang mendorong pria cenderung mengabaikan dan menjauh. Bagi wanita hal ini adalah hal yang buruk sebab wanita ingin didengarkan tentang apa yang membuat hati mereka risau.
Sering terjadi kesalahpahaman disini. Wanita merasa pria tidak mendengarkan, bahkan cenderung menjadi marah. Dianggap wanita tersebut mengeluh karena ketidakmampuan pria membahagiakan pasangannya. Hal ini bisa dipahami karena apabila seorang pria mencintai seorang wanita. Tujuan utama mereka adalah membahagiakan wanitanya. Dalam arti nyata kepuasan pasangan merupakan imbalan dari hasil kerja keras seorang pria.
Jadi wanita diharapkan mampu mengasah ketrampilan dalam berbicara dengan pria agar si pria bisa mendengarkan tanpa menjadi marah. Diperlukan tenggang rasa dan toleransi pria dan wanita agar saling memahami. Yang terpenting adalah bagaimana pria merasa tidak dipojokkan oleh wanita ketika berbicara, dan pria mampu menahan diri agar bisa mendengarkan dan memberi kesempatan wanita untuk berbicara tanpa berusaha menyelanya.
(ella)